10 Aktivitas Terbaik yang Bisa Dilakukan di Makkah Setelah Umrah
Merencanakan untuk menghabiskan sedikit lebih banyak waktu di Kota Suci setelah menyelesaikan ibadah haji membuka pintu ke tempat-tempat yang bermakna, sejarah, dan pengalaman lokal yang menunggu tepat di luar ritual Umrah.
Kota Makkah lebih dari sekadar tujuan ibadah; kota ini juga kaya akan sejarah, budaya, dan pengalaman bermakna di luar dinding suci Masjid al-Haram. Pengunjung dapat mendaki gunung-gunung bersejarah, menjelajahi pasar yang ramai, menemukan warisan Islam selama berabad-abad, atau sekadar menghabiskan momen tenang merenung dalam suasana spiritual kota. Makkah menawarkan banyak pengalaman bagi para pelancong yang ingin melihat lebih banyak dari Kota Suci setelah menyelesaikan ibadah haji mereka.
Berikut adalah 10 aktivitas bermakna yang dapat dilakukan di Makkah setelah menyelesaikan Umrah yang menggabungkan spiritualitas, sejarah, dan budaya lokal.
Mengunjungi Kembali Masjid al-Haram
Many pilgrims return to Masjid al-Haram setelah menyelesaikan Umrah untuk melanjutkan pengalaman spiritual mereka melalui doa, refleksi, dan pembacaan Al-Qur'an.
Masjid ini tetap buka 24 jam sehari, memungkinkan para jamaah untuk berdoa kapan saja, baik selama jam tenang sebelum fajar atau larut malam ketika kerumunan lebih sedikit. Para peziarah juga memanfaatkan kesempatan untuk minum air Zamzam, melakukan sholat sunnah tambahan, dan menghabiskan waktu dalam kontemplasi yang tenang di dekat Kaaba.
Jelajahi Jabal Thawr
Jabal Thawr adalah gunung bersejarah yang terletak di selatan Makkah, dikenal dengan Gua Thawr, tempat Nabi Muhammad (SAW) dan Abu Bakr mencari perlindungan selama Hijrah.
Mencapai gua tersebut memerlukan pendakian yang menantang di medan berbatu, yang dapat memakan waktu beberapa jam tergantung pada rutenya. Para peziarah yang merencanakan pendakian harus mengenakan alas kaki yang nyaman dan membawa air yang cukup. Pendakian ini secara fisik menuntut tetapi memiliki makna spiritual bagi mereka yang tertarik dengan sejarah Islam awal.
Kunjungi Museum Makkah
Museum Makkah, yang sering disebut sebagai Museum Regional Makkah, memberikan pandangan menarik tentang akar sejarah yang dalam dari kota ini.
Museum ini menyimpan artefak kuno, manuskrip, peta, dan relik sejarah yang mendokumentasikan perkembangan Makkah dari masa pra-Islam hingga saat ini. Pengunjung dapat menjelajahi pameran terkait dengan sejarah Kaaba, kisah Ibrahim, dan evolusi ibadah Haji. Manuskrip Qur’an langka dan catatan sejarah juga membantu menggambarkan bagaimana Kota Suci ini telah berkembang selama berabad-abad.
Kunjungi Gunung Arafat
Gunung Arafat adalah salah satu lokasi yang paling signifikan terkait dengan ibadah Haji.
Setiap tahun pada tanggal 9 Dzul-Hijjah, jutaan jemaah berkumpul di sini untuk Hari Arafat, hari terpenting dalam Haji. Tempat ini juga merupakan tempat di mana Nabi Muhammad (SAW) menyampaikan Khutbah Perpisahan-nya, menekankan keadilan, kesetaraan, dan persatuan di antara umat Muslim. Bahkan di luar musim Haji, mengunjungi Gunung Arafat memungkinkan para pelancong untuk merenungkan momen penting ini dalam sejarah Islam.
Jelajahi Mina
Mina adalah sebuah lembah yang terletak sekitar 7 kilometer di sebelah timur Makkah dan memainkan peran penting selama Haji.
Selama ibadah haji, jutaan jemaah tinggal di barisan tenda putih sambil melaksanakan ritual seperti Ramy al-Jamarat, yaitu pelemparan batu simbolis kepada setan. Ritual ini memperingati penolakan Nabi Ibrahim terhadap godaan setan dan melambangkan komitmen seorang mukmin untuk menolak kejahatan.
Kunjungi Museum Menara Jam
Museum Menara Jam, yang terletak di dalam Menara Abraj Al-Bait, menawarkan pengunjung perpaduan unik antara sains, sejarah, dan budaya Islam.
Museum ini memiliki beberapa lantai yang didedikasikan untuk topik seperti astronomi, pengukuran waktu dalam peradaban Islam, sejarah Makkah, dan pembangunan kompleks Abraj Al-Bait. Pengunjung juga dapat menikmati pemandangan panorama Masjid Suci dari menara.
Cicipi Hidangan Khas Lokal
Makkah menawarkan berbagai hidangan tradisional Arab yang mencerminkan warisan kuliner daerah tersebut.
Hidangan populer termasuk Kabsa, sebuah hidangan nasi harum yang disajikan dengan daging dan rempah-rempah, dan Mandi, yang dikenal karena rasa masakan lambatnya. Makanan jalanan seperti Mutabbaq dan Samboosa banyak tersedia di pasar lokal.
Jemaah haji juga dapat menikmati kurma segar dan kopi Arab tradisional (Gahwa) yang disajikan dalam cangkir kecil, sering dipasangkan dengan roti yang baru dipanggang dari toko roti lokal.
Minum Air Zamzam
Sumur Zamzam adalah salah satu sumber air yang paling suci dalam Islam.
Menurut tradisi Islam, sumur itu muncul secara ajaib ketika Hajar mencari air untuk putranya Ismail. Saat ini, jutaan jemaah minum air Zamzam dan membawanya pulang sebagai simbol berkah dan pembaruan spiritual.
Kunjungi Masjid Jin
Masjid Jin diyakini berdiri di lokasi di mana sekelompok jin mendengarkan bacaan Al-Qur'an oleh Nabi Muhammad dan kemudian memeluk Islam.
Masjid ini dianggap sebagai salah satu masjid tertua di Makkah, dan mengunjunginya memberikan kesempatan untuk merenungkan sebuah kisah spiritual penting dalam tradisi Islam.
Kunjungi Pabrik Kiswah
Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Kaaba Suci adalah tempat di mana Kiswah, penutup hitam sutra Kaaba, diproduksi.
Kiswah terbuat dari sutra hitam yang disulam dengan ayat-ayat Al-Qur'an menggunakan benang emas dan perak. Pengrajin terampil bekerja pada kain tersebut selama enam hingga delapan bulan setiap tahun, menjadikannya salah satu karya tekstil paling rumit di dunia Islam.
Mempersiapkan kunjungan Anda ke Makkah? Tinggal dengan nyaman dekat Masjid al-Haram di Hotel Al Kiswah Towers. Nikmati akses yang nyaman ke Haram dan akomodasi yang santai setelah Umrah Anda.

